Minggu, 02 Mei 2021

Merangkul Perbedaan

Segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti ada kebalikannya sesuai dengan Hukum Polaritas. Ada siang kebalikan dari malam, ada putih ada hitam, ada laki ada perempuan dan seterusnya. Bahkan bumi kita tidak bisa berputar bila tidak ada dua kutubnya yang berbeda yang bekerjasama.

Perbedaan mesti kita lihat sebagai keindahan yang saling melengkapi satu sama lainnya. Dalam tubuh kita sendiri ada otak kanan dan kiri, ada tangan kanan dan kiri, ada kaki kanan dan kiri, satu sama lain menjadi pelengkap antara satu dengan lainnya. Mungkin tidak perlu dilihat bahwa yang satu lebih baik dari yang lainnya.

Dalam kehidupan yang lebih luas juga demikian. Kita semua memiliki bakat yang berbeda, profesi berbeda bahkan keyakinan berbeda. Ada orang Jepang atau orang Amerika yang dianugerahi kemampuan dan bakat dalam membuat barang barang elektronik misalnya. Dengan bakat mereka inilah dalam kehidupan kita sehari hari kita banyak terbantu seperti pemakaian kendaraan, penggunaan kulkas, komputer, hp, tv dsb. Sebaliknya banyak orang Indonesia memiliki bakat sebagai petani dan nelayan dimana hasil kerja mereka dikirim ke Jepang atau Amerika untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Bayangkan saja kalau semua hanya pintar membuat barang elektronik saja atau sebaliknya. Terus siapa yang akan menjadi si pembeli? Bukankah hanya akan terjadi kemandegan.

Lahirnya kitapun sebagai manusia karena adanya perbedaan yaitu Ayah sebagai laki laki dan Ibu sebagai perempuan.

Ada yang suka jualan, beruntung ada yang suka shopping 🛒. Jadi kedamaian akan terjaga bila kita bisa merangkul perbedaan. Tidak usah memaksakan persamaan. Semesta inipun berputar dan berkembang karena perbedaan.